Salah satu isu sosial yang paling mencolok adalah meningkatnya kasus perundungan, baik secara fisik maupun cyberbullying . Kelakuan ABG SMA yang cenderung membentuk "geng" eksklusif menciptakan hierarki sosial di sekolah. Mereka yang dianggap berbeda atau lemah sering menjadi sasaran.
Untuk mengatasi degradasi perilaku ini, diperlukan pendekatan kolaboratif. Orang tua harus kembali menjadi "sahabat" bagi anak, bukan sekadar penegak aturan. Sekolah perlu memperkuat literasi digital agar remaja paham konsekuensi dari setiap tindakan mereka di dunia maya. kelakuan abg sma jaman sekarang mesum di wc indo18 hot
Hal ini mencerminkan kegagalan pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan sekolah. Budaya senioritas yang turun-temurun seolah melegitimasi kekerasan sebagai bentuk "pendewasaan", padahal ini adalah luka sosial yang merusak mental generasi bangsa. Pergeseran Moralitas dan Pergaulan Bebas Salah satu isu sosial yang paling mencolok adalah
Memahami dinamika ini bukan sekadar soal menghakimi anak muda, melainkan membedah isu sosial dan budaya yang lebih dalam. Budaya "Viral" dan Pencarian Jati Diri bukan untuk menutupi kesalahan
Secara budaya, kita perlu menghidupkan kembali semangat ewuh pakewuh (rasa sungkan) dan gotong royong dalam konteks yang positif, bukan untuk menutupi kesalahan, melainkan untuk menjaga kehormatan diri dan lingkungan.
Bagi ABG SMA saat ini, pengakuan sosial tidak lagi datang dari lingkungan sekolah saja, melainkan dari jumlah likes dan followers . Budaya pamer ( flexing ) dan obsesi terhadap konten viral seringkali mendorong mereka melakukan tindakan di luar nalar. Fenomena seperti "hadang truk" demi konten atau tawuran yang disiarkan langsung ( live streaming ) menunjukkan bahwa eksistensi digital telah menggeser akal sehat.